Selasa, 13 Oktober 2009

Common Judging

"Don't judge a book by its cover."

Pepatah yang sangat umum, banyak diucapkan. Tapi jarang sekali terjadi penerapannya dalam kehidupan seharihari. Contoh biasa, seorang lelaki pasti akan tertarik kepada wanita dilihat dari penampilannya yang utama, begitupun sebaliknya.

Begitupun pada kehidupan sosial. Simple saja, di sekolah, komunitas, mau tidak mau pasti ada gap yang terjadi. Yang rupawan biasanya kumpul dengan yang kurang lebih serupa penampilannya, biasa dengan yang biasa, dan sebagainya.

Tapi tentu saja, sebuah buku kalau hanya bersampul bagus dan berisi 'kosong' juga akan menurunkan minat bukan?

Penampilan itu penting, harus diakui. First impression manusia pasti akan merujuk ke penampilan. Tetapi berikutnya? Pembawaan sikap penting dalam fase ini. Sama saja bohong kalau cantik atau enak dilihat tetapi omongannya tidak berisi, tidak bisa membawa diri sesuai lingkungan yang dihadapi, singkatnya tidak mampu berperilaku smart. Orang-orang yang berinteraksi dengan macam ini tentu saja akan merasa malas sendiri karena tidak merasakan kenyamanan. Perlu diingat pula kalau behave itu penting, tetapi bukan terlalu jaim juga. Suasana yang terjadi saat interaksi akan menjadi kaku.

Seperti sebuah quote yang dikutip dari facebook kenalan saya, "Looks get attention, Personality gets the heart". Is it too needy and hard to get both of them? I dont think so.

Jika tidak terlahir cantik, jangan takut dahulu. Menjadi cantik, kata ibu saya, terbawa dari charm yang memancar dari dalam diri. Jika kita mampu membawa diri dengan baik seperti yang saya sebutkan di atas, charm tersebut akan berpijar dengan sendirinya dan membuat kita cantik, oh bukan, kata yang tepat adalah menarik.

Sedikit kata-kata tidak penting, bisa diskip kalau mau. Saya tidak merasa 'cantik'. Mungkin saya pernah memuji-muji diri sendiri, tetapi tentu saja itu semuanya dalam konteks bergurau. Saya sering sekali merasa minder di lingkungan saya, melihat banyak sekali perempuan-perempuan cantik. Saya sendiri sering merasa tidak behave, jujur. Saya tipe yang blak-blakan dalam mengungkapkan pikiran dengan cara yang sangat blak-blakan pula. Kalau kata teman-teman saya, Heboh. Menyikapi ini, saya sadar penampilan sulit diubah, itu sudah dari lahir. Tetapi behavior? Saya akan berusaha keras dalam hal ini agar bisa lebih meningkat.

Oh tentu saja, Brain tidak akan terlupa. Saya pribadi merasa brain ini akan tercermin sendiri melalui behavior kita.

So I guess, the perfect quote for me is "Judge the book by its cover, but the contents have more important role."

Thanks to read. Catch u very soon, pumpkins. :)

Minggu, 11 Oktober 2009

Introducing

Yes, its me again.

I've been creating a lot of blogs before, but most of them filled with cheesy things, which I kinda embarassed of it. Thats why, I made this new blog and unactivated all my previous blog. The purpose of this blog is to pour my thoughts about random-but-hopefully-knowledgeable things. I will try my best to write in English or proper Indonesian language here. :)

So what to tell in my very first post?
18 years old, majoring in Accounting Trisakti University, Jakarta. Former USA exchange student 08-09 by Nacel Open Door program. My dreamjob is being some finance consultant in multinational corporation with violinist/pianist as my sidejob. For now I'm just a common teenager who likes to open my Facebook, update my Twitter, hangout laughing around with people I love, and stuff. I really wanna join some activities like event organizer(s), campus executive body, orchestra, etc. So if someone has information around them, please tell me! :)

Well I guess thats make a quite long introduction. Im sorry if its too boring and thanks to read! I'd appreciate it if you still wanna visit and read my posts.

Hastalavista, darlings! :)